Kajian Sulamuttaufiq Pertemuan ke-5
صلى الله عليه وسلم وعلى اله وصحبه والتابعين
“semoga sholawat dan salam Alloh Ta’ala tercurahkan atas Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan para pengikut mereka”
Alloh Ta’ala dan para
malaikat bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, begitupun kita diperintahkan
untuk bersholawat dan bersalam kepada beliau. Adapun sholawat Alloh Ta’ala
kepada Nabi Muhammad SAW berupa
memberikan rahmat dengan disertai mengagungkannya,
sedangkan sholawat malaikat kepada Nabi Muhammad SAW berupa istighfar (memohonkan ampunan bagi
Nabi Muhammad SAW) . Adapun sholawat kita kepada beliau berupa memanjatkan do’a diantaranya dengan
ungkapan “semoga rahmat dan keselamatan dari Alloh senantiasa setiap waktu
tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW”
Keluarga Nabi Muhammad
SAW adalah kerabat-kerabat beliau yang beriman dari bani Hasyim dan bani
Mutholib yang terhadap mereka diharamkan menerima zakat.
Sahabat-sahabat Nabi
Muhammad SAW adalah setiap muslim yang pernah bertemu atau berkumpul dengan
Nabi Muhammad SAW walaupun sekejap dan meskipun
tidak melihat wajah beliau dikarenakan semisal buta matanya dan meninggal dunia
dalam keadaan menetapi keimanan dan keislaman.
Tabi’in adalah mereka
yang bertemu dengan sahabat dan mengikuti para sahabat dalam keimanan dan
keislaman yang tidak mengalami hidup dimasa Nabi Muhammad SAW dan meninggal
dunia dalam keadaan menetapi keimanan dan keislaman.
Sholawat dari kita yang
berupa do’a selain dikhususkan atas Nabi Muhammad SAW juga atas
keluarga,kerabat beliau beserta para pengikut sahabat karena dengan meng-umumkan do’a itu lebih
utama dari pada meng-khususkan do’a bagi seorang, hal ini bersandar kepada apa
yang telah diriwayatkan dalam sebuah hadits:
انه
صلى الله عليه وسلم ضرب منكب من قال اغفرلي وارحمني ثم قال له عمم في الدعاءك
.......
“Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menepuk
pundak seseorang yang berkata (dalam do’a) “ampunilah aku dan rahmatilah aku “,
lalu beliau berkata kepadanya “ umumkanlah (sertakan atas oranglain) dalam do’amu …”
Nabi Muhammad SAW menganjurkan
untuk meng-umumkan (menyertakan atas orang lain) dalam berdo’a, maka hendaknya
kita dalam berdo’a senantiasa menyeluruhkan do’a selain untuk atas kita juga untuk
atas orang lain dimulai dengan keluarga, kerabat, famili, sahabat, tetangga dan seterusnya sampai diakhiri atas segenap orang-orang
yang beriman atau orang-orang muslim.
0 komentar:
Posting Komentar