واشهد ان محمدا عبده ورسوله
“Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi
Muhammad SAW adalah hamba Alloh dan utusan Alloh”
Syahadat (persaksian) kepada Nabi Muhammad SAW yaitu
mengakui,meyakini serta membenarkan dan meng-ikrarkannya bahwa Nabi Muhammad
SAW sebagai hamba Alloh dan utusan
Alloh.
Sifat perhambaan (u’budiayah) merupakan sifat manusia yang mulya, sifat ini memberikan isyarah akan kerendahan dan
pengabdian. Sifat perhambaan ini dipantaskan oleh Alloh Ta’ala sendiri untuk maqom Nabi
Muhammad SAW, sebagaimana dalam firman Alloh Ta’ala :
سبحان الذى اسرى بعبده
“Maha
suci (Alloh) yang telah memperjalankan hambaNya (Muhammad)…”
تبارك الذى نزل الفرقان على عبده ...
“Maha
suci (Alloh) yang telah menurunkan furqon (Al-Qur’an) kepada hambaNya (Muhammad)…”
مما نزلنا على عبدنا...
“dari
apa (Al-Qur’an) yang kami turunkan atas hamba kami (Muhammad)…”
Disandarkannya
“hamba” kepada Alloh menjadi “hamba Alloh” yaitu guna memperkuat akan kemulyaanya
hamba tersebut serta menunjukan puncaknya kemulyaan.
Martabat
sebagai hamba Alloh bukanlah pengakuan sendiri dari Nabi Muhammad SAW akan
tetapi dianugrahi oleh Alloh Ta’ala
semata sehingga dengan martabat tersebut Nabi Muhammad SAW menjadi manusia termulya dan
telah mencapai puncaknya kemulyaan.
Dengan
adanya Alloh Ta’ala menganugrahi Nabi
Muhammad SAW sebagai hamba Alloh Ta’ala, sehingga dapat terjaga umat Nabi
Muhammad SAW dari itikad yang salah seperti halnya itikad umat Nabi Isa as yang
menjadikan Nabi Isa sebagai Tuhan. Alloh Ta’ala menyatakan bahwa Nabi Muhammad
SAW hanya seorang hambaNya sehingga salah apabila Nabi Muhammad SAW di
Per-Tuhankan oleh umatnya.
Nabi
Muhammad SAW menjadi utusan Alloh Ta’ala dengan mengemban risalah Alloh Ta’ala disepanjang masa dan tempat, sepanjang masa
sampai hari qiyamat dan seluruh tempat yang ada. Begitupun risalah tersebut
untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia dan jin dalam bentuk tuntutan
untuk dilaksanakan (taklif) dan untuk seluruh makhluk lainnya dalam bentuk
memuliakannya.
0 komentar:
Posting Komentar