Kajian Sulamuttaufiq Pertemuan ke-6
(اما بعد) فهذا جزء لطيف يسره الله تعالى فيما يجب تعلمه وتعليمه والعمل به للخاص والعام
(اما بعد) فهذا جزء لطيف يسره الله تعالى فيما يجب تعلمه وتعليمه والعمل به للخاص والعام
“(setelahnya), Selanjutnya, ini adalah
bagian yang kecil yang sangat pelik, semoga Alloh Ta’ala memberikan kemudahan
atasnya yaitu dalam menjelaskan perkara yang wajib mengkajinya dan wajib mempelajarinya dan wajib mengamalkannya
bagi orang yang khos dan orang yang awam
”
Syarah :
(اما بعد)اى اما بعد البسملة والحمدلة والشهادة والصلاة والسلام(
فهذا) المتن الحاضر فى الذهن( جزء لطيف)اى صغير ظريف
“(setelah basmalah, hamdalah, syahadat,
shalawat beserta Salam) selanjutnya, ini (matan/redaksi yang ada dalam hati )
adalah bagian yang kecil yang sangat
pelik,
Apa yang akan Syekh Abdulloh bin Husen bin Thohiri Ba’alawi tuliskan yang beliau sebutkan berupa bagian
yang kecil namun pelik atau krusial, matan/redaksinya dari awal sampai akhir
semuanya sudah termuat berada dalam hatinya. > < Itulah kehebatannya manusia diberi kelebihan oleh Alloh SWT ,
sifat Alloh SWT
digambarkan pada diri manusia. Dalam Al-Qur’an disebutkan :
اذا اراد شيئا ان يقول له كن فيكون…
“.. apabila Dia menghendaki sesuatu bahwa Dia
berkata kepadanya jadilah maka jadilah ia”
Ayat tersebut
mengemukakan, bahwa tiada kesukaran bagi Alloh SWT, apabila Alloh SWT menghendaki
sesuatu maka “jadilah” sesuatu tersebut dialam ciptaNya tanpa memerlukan proses dan waktu, lalu untuk
mewujudkannya dari alam cipta ke alam dhohir tidak serta merta jadi akan tetapi
melalui proses dan menempuh waktu yang berkesinambungan.
Kalau kita cermati sifat Alloh SWT ini
digambarkan pada diri manusia. Ketika manusia menghendaki sesuatu maka sesuatu
tersebut langsung “jadi” dialam cipta manusia sesuai dengan keinginannya, seperti Syekh Abdulloh bin Husen bin Thohiri
Ba’alawi ketika beliau bermaksud dan berkeinginan mengarang sebuah kitab maka
kitab tersebut langsung “jadi” dialam cipta Syekh dengan redaksi dan bentuk
sesuai dengan keinginan syekh tanpa proses dan waktu. Akan tetapi dalam
mewujudkannya dialam dhohir tentunya tidak serta merta jadi, Syekh Abdulloh bin
Husen bin Thohiri Ba’alawi tentunya menulis
siang dan malam, berpikir untuk memindahkan redaksi dialam cipta kealam
dhohir yang tidak menutup kemungkinan harus menempuh kesulitan sehingga jelas terbentuk
kitabnya syekh dialam dhohir yang sekarang dapat kita lihat dan dapat kita baca
itu melalui proses dan memakan waktu.
Sebagai contoh lain seseorang bermaksud
membuat rumah, maka rumah tersebut langsung jadi dialam ciptanya dengan bentuk
yang sesuai dengan keinginannya tanpa proses, tanpa alat dan waktu, akan tetapi
untuk mewujudkan rumah yang ada dialam cipta tersebut tentunya tidak serta
merta jadi akan tetapi memerlukan proses, alat dan waktu sehingga rumah
tersebut terwujud dialam dhohir dapat terjamah oleh indera. Adakalanya yang telah jadi terwujud dialam
cipta manusia itu tidak dapat diwujudkan dialam dhohir tanpa ada pertolongan
dan takdir dari Alloh SWT, lain halnya
dengan yang terwujud dialam cipta Alloh itu pasti akan terwujud dialam dhohir.
0 komentar:
Posting Komentar