Syahadat Kepada Allah S.W.T (#3)


Kajian Sulamuttaufiq Pertemuan ke-3

واشهد ان لااله الا الله وحده لاشريك له

 “Dan aku beraksi bahwasanya tiada Tuhan selain Alloh, Maha Esa Alloh tiada sekutu bagiNya”

Didalam memaknai persaksian “Aku beraksi bahwasanya tiada Tuhan selain Alloh” ada kalanya ada yang memaknai dengan ma’na “ Aku bersaksi bahwasanya tiada Tuhan yang wajib untuk di ibadahi kecuali Alloh” Disini memberikan ma’na dengan kata “wajib”

Dalam bahasa arab ada yang disebut dengan Did dan Nakid. Yang dimaksud Did adalah lawan kata, sedangkan nakid adalah selain dari padanya, sehingga kata dalam bahasa arab diantaranya ada kata yang mengandung did dan nakid, contoh : kata wajib, kata wajib mempunyai did (lawan katanya), did dari  wajib yaitu haram. Dan kata wajib juga mempunyai nakid (selainnya), nakid dari wajib yaitu makruh,sunah,mubah. Dan ada pula kata yang  mempunyai did tanpa nakid, contoh : kata haq mempunyai did tanpa nakid. Did nya kata haq adalah batal
Kalau kita hubungkan istilah Nakid dan Did dengan mema’nai persaksian “Aku beraksi bahwasanya tiada Tuhan selain Alloh”, maka  kiranya ma’na yang lebih tepat adalah memakai makna haq karena kata haq hanya mempunyai lawan kata (Did) tanpa mempunyai Nakid dan Didnya kata haq adalah batal, sehingga maknanya jadi demikian “Aku bersaksi bahwasanya tiada Tuhan yang haq untuk di ibadahi kecuali Alloh” berarti selain dari Alloh adalah batal (lawan kata haq)  untuk diibadahi. Andaikata memakai ma’na wajib maka kata wajib ini merupakan kata yang mempunyai Did dan nakid. Didnya kata wajib adalah haram sehingga maknanya menjadi demikian “Aku bersaksi bahwasanya tiada Tuhan yang wajib di ibadahi kecuali Alloh”, berarti haram (lawan kata wajib) selain dari Alloh di ibadahi. Akan tetapi wajib itu mempunyai Nakid (selainnya),dan Nakidnya kata wajib adalah sunah,makruh,mubah, berarti ada Tuhan selain Alloh yang sunah,makruh,mubah diibadahi dan itu semua mustahil. Karena itu makna yang lebih tepat yaitu memakai kata haq.
Alloh maha esa (satu) tidak ada sekutu (menyertai( bagi Alloh baik dalam Dzat,sifat dan perbuatanNya. Secara sederhana dapat dijelaskan :
·         Sekutu dalam dzatNya bermakna menegaskan, yakni disamping dzat Alloh tidak ada Dzat lain yang juga sebagai Tuhan.
·         Sekutu dalam sifatnya bermakna menegaskan,yakni disamping Dzat Alloh tidak ada Dzat lain yang memiliki sifat Dzat Alloh.
·         Sekutu dalam perbuatannya bermakna menegaskan, yakni disamping Dzat Alloh tidak ada Dzat lain yang mempunyai perbuatan sebagaimana yang diperbuat oleh Dzat Alloh.

0 komentar:

Posting Komentar