Kajian Sulamuttaufiq Pertemuan ke-2
الحمد لله رب العالمين
Segala puji hanya milik Alloh yang mengurusi semua makhluk
Setelah memulai dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohiim
mengharapkan pertolongan dan keberkahan dari Alloh, Syekh Abdulloh bin Husen
bin Thohiri Ba’alawi memulai pula atas hajat
mengarang kitabnya dengan ucapkan Alhamdulillahi sebagai pujian
kepada Alloh.
Alhamdulillahi merupakan
jumlah khobariyah yang ketika kita
mengucapkannya, maka secara susunan lafadz seakan memberitahukan ((خبرية bahwa “segala puji hanya milik Alloh semata”,
akan tetapi secara ma’na kita sedang menetapkan (
(انساءية pujian kepada Alloh atau secara lugasnya kita sedang memuji kepada Alloh. Oleh sebab
itu Alhamdulillahi termasuk kedalam kaidah:
خبرية
للفظ و انساءية المعنى
“Pemberitahuan
dalam lafadznya dan penetapan dalam ma’nanya”
Dapat diketahui Alhamdu (pujian) terbagi dua:
Alhamdu menurut bahasa
dan Alhamdu menurut
istilah. Alhamdu menurut bahasa yaitu:
الثناء
بالكلام على الجميل الاختيارى مع جحة التبجيل والتعظيم سواء كان فى مقابلة نعمة ام
لا
“sanjungan dengan ucapan
menurut cara yang bagus yang diupayakan dengan kesadaran sendiri disertai
tujuan memuliakan dan mengagungkan, sama saja keadaan sanjungan itu dalam hal
penerimaan nikmat atau tidak”
Alhamdu menurut bahasa merupakan
pujian yang tidak ada kaitannya dengan penerimaan
nikmat semata, akan tetapi didasarkan atas
hal lain seperti halnya pujian didasarkan karena kebesaran, keagungan, kemuliaan
dan kesempurnaan Alloh, baik sempurna sifat-sifatnya maupun sempurna perbuatannya.
Alhamdu (pujian) menurut bahasa ini dianjurkan untuk dijadikan pemulai setiap urusan
Alhamdu menurut
istilah :
فعل
يدل على تعظيم المنعم من حيث كونه منعما على الحامد او غيره سواء كان ذالك قولا
باللسان او اعتقادا بالجنان او عملا بالاركان التى هي العضاء
“suatu
perbuatan yang menunjukan atas pengagungan kepada sang pemberi karunia, dari
sisi keberadaannya sebagai pemberi nikmat kepada si pemuji atau kepada
selainnya,sama saja keadaan pujian ituberupa ucapan dengan lisan, atau
keyakinan dengan hati,atau berupa perbuatan dengan berbagai rukun yaitu
angota-anggota tubuh”
Alhamdu (pujian)
menurut ini istilah merupakan pujian yang ada kaitannya dengan
penerimaan nikmat. Alhamdu menurut bahasa ini tidak dianjurkan
untuk dijadikan pemulai setiap urusan
Pada dasarnya sebagai pemulai (ibtida’i) bagi setiap urusan yang
baik ada dua:
-
Ibtida’i haqiqi
yaitu pemulai yang bersifat inti dan yang menjadi ibtida’i inti adalah ucapan Bismillahirrohmanirromiim
-
Ibtida’i idhofi
yaitu pemulai yang disandarkan kepada pemulai inti dan yang menjadi ibtida’I
idhofi adalah ucapan Alhamdulillahi
Jadi ucapan Alhamdulillahi disandarkan dan diikut
sertakan kepada ucapan Bismillahirrohmanirromiim bersama-sama sebagai
pemulai setiap urusan.
Anjuran Alhamdulillahi dijadikan pemulai setiap urusan
dikemukakan dalam hadist Ibnu Majah :
كل
امر ذى بال لايبدء فيه بالحمد لله فهواجدم وفى رواية فهو اقطع
“Setiap urusan
baik yang tidak dimulai dengan ucapan Alhamdulillahi maka urusan tersebut cacad (HR. Ibnu Majah) dalam
riwayat lain “maka urusan tersebut terputus”
Jadi berdasarkan hadist ini sebagai pemulai setiap urusan selain dimulai
dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohiim dianjurkan pula dimulai
dengan ucapan Alhamdulillahi karena setiap urusan yang tidak
dimulai dengan ucapan Alhamdulillahi menurut hadist ini urusan
tersebut cacad atau putus dari keberkahan sama halnya dengan tanpa dimulai
dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohiim
Kesimpulan
Setiap urusan yang baik selain dimulai dengan ucapan
Bismillahirrohmanirrohiim juga hendaknya dimulai
pula dengan pujian kepada Alloh dengan ucapan Alhamdulillahi yang kedudukannya
sebagai ibtida’i idhofi yaitu pemulai yang disandarkan kepada ucapan
Bismillahirrohmanirrohiim.
Mengucapkan Alhamdulillahi sebagai pujian kepada Alloh bukan saja
ada kaitannya dengan penerimaan nikmat Alloh saja akan tetapi diucapkan pula sebagai pujian
atas hal lainnya seperti pujian dalam hal kebesaran, keagungan dan kesempurnaan
Alloh baik sifat maupun perbuatannya. Pujian ini dianjurkan dijadikan pemulai
setiap urusan bersamaan dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohiim
Ketika kita mengucapkan Alhamdulillahi sebagai pujian kepada Alloh
atas penerimaan nikmat yang telah diberikan oleh Alloh kepada kita maka
ucapannya harus disertai penghayatan
dalam hati akan nikmat yang telah
diberikan oleh Alloh. Dan Ketika kita mengucapkan Alhamdulillahi sebagai pujian
bukan dalam hal penerimaan nikmat akan tetapi dalam hal lainnya seperti dalam
hal kebesaran,keagungan,kemuliaan dan kesempurnaan Alloh maka ucapannya harus
disertai penghayatan dalam hati kebesaran,keagungan,kemuliaan dan kesempurnaan
Alloh.
Awalilah setiap urusan dengan ucapan :
الحمد لله بسم الله الرحمن الرحيم
“memulai aku dengan urusan ini
dengan memohon pertolongan Alloh yang maha pengasih dan maha penyayang . segala
puji hanya milik Alloh “
0 komentar:
Posting Komentar