بسم الله
الرحمن الرحيم
“Dengan
menyebut nama Alloh yang Maha pengasih dan Maha Penyayang”
Syekh
Abdulloh bin Husen bin Thohiri Ba’alawi mengawali mengarang kitabnya dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim sebagaimana
halnya yang dilakukan oleh para pengarang kitab-kitab lainnya. Hal ini
menunjukan sebuah pengakuan atas ketidak
mampuan untuk melakukan suatu urusan dan tidak ada kemampuan untuk menentukan hasil dari suatu urusan dalam hal
ini mengarang kitab kecuali dengan adanya pertolongan Dzat Alloh yang senantiasa memberikan
keutamaan dan kebaikan.
بسم الله الرحمن الرحيم اؤلف
“ Dengan pertolongan Dzat
Alloh yang Maha pengasih dan maha penyayang aku mengarang …”
Setiap memulai suatu urusan
atau pekerjaan yang baik adakalanya kita selaku muslim sering kali lupa tidak
memulainya dengan kalimah basmalah yaitu
ucapan Bismillahirrahmanirrahim padahal tentunya kita berharap urusan
atau pekerjaan yang akan kita lakukan dapat terlaksana dengan hasil sesuai dengan apa yang di harapkan terutama
ada keberkahan didalamnya.
Secara sederhana lafadz Bismillahirrahmanirrahim mengandung
tiga substansi yaitu :
pertama : mengharapkan
pertolongan, sebagaimana tercermin dalam ma’na yang terkandung dalam huruf jar ب lafadz بسم yaitu diantaranya berma’na استيعانة (mengharapkan
pertolongan), kedua : dzat yang bernama Alloh yang wajibul wujud
yang disifati dengan sifat-sifat kesempurnaannya, sebagaimana tercermin dalam
lafadz اسم الله
ketiga : rohmat, sebagaimana yang tercermin dalam lafadz الرحمن
dan الرحيم yang keduanya berasal
dari lafadz رحم yang secara harfiah
yaitu رقة القلب
(merasa iba/belas kasihan
dalam hati) sedangkan mustahil Alloh mempunyai hati seperti makhluk, maka رقة القلب
bagi Alloh , berma’naوالاحسان تفضل , (memberi keutamaan dan kebaikan )
Kita menyadari kelemahan dan keterbatasan yang kita miliki, tanpa
kekuasaan Alloh dan pertolongan Alloh apa yang akan dikerjakan tidak akan
berhasil. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim disaat akan memulai suatu urusan atau pekerjaan berarti
menyandarkan diri dan memohon bantuan Dzat
yang bernama Alloh yang bersifat maha pengasih dan penyayang (memberi keutamaan
dan kebaikan) atas urusan atau pekerjaan yang akan kita lakukan, tentunya dapat
dipahami agar urusan atau pekerjaan itu dapat terlaksana berkat pertolonganNya.
Basmalah mempunyai ta’aluq (pertalian) yang dibuang dan ketika kita
memulai suatu urusan atau pekerjaan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kalau ta’aluqnya
ditampakan kira-kira berbunyi :
ابتدء
هذا بسم الله الرحمن الرحيم
“aku memulai urusan ini dengan pertolongan Dzat Alloh yang Maha
pengasih dan maha penyayang ”
Disamping urusan atau pekerjaan itu dapat terlaksana tentunya
berharap juga suatu hasil yang mengandung keberkahan, sehingga ada sebuah
hadist yang menyatakan
:
كل
امر ذى بال لايبدء فيه بسم الله الرحمن الرحيم فهواقطع
“Setiap urusan baik yang tidak diawali
dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim maka urusan tersebut terputus dari
keberkahan”(HR.Baihaqi)
Merujuk
kepada hadist tersebut maka setiap urusan atau pekerjaan yang tidak diawali
dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim walaupun
terlaksana akan tetapi akan terputus dari keberkahannya.
Dengan
demikian marilah kita selalu membiasakan diri dalam mengerjakan setiap urusan
atau pekerjaan mengawalinya dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim
kunci kesuksesan dan
keberkahan dalam setiap urusan
awalilah dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim
بسم الله الرحمن الرحيم
0 komentar:
Posting Komentar