Bab 'Basmallah' (#1)

Kajian Sulamuttaufiq Pertemuan ke-1


بسم الله الرحمن الرحيم
“Dengan menyebut nama Alloh yang Maha pengasih dan Maha Penyayang”

Syekh Abdulloh bin Husen bin Thohiri Ba’alawi mengawali  mengarang kitabnya dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim sebagaimana halnya yang dilakukan oleh para pengarang kitab-kitab lainnya. Hal ini menunjukan  sebuah pengakuan atas ketidak mampuan untuk melakukan suatu urusan dan tidak ada kemampuan untuk  menentukan hasil dari suatu urusan dalam hal ini mengarang  kitab kecuali dengan  adanya pertolongan  Dzat Alloh yang senantiasa memberikan keutamaan dan kebaikan.

بسم الله الرحمن الرحيم اؤلف
 
“ Dengan pertolongan  Dzat Alloh yang Maha pengasih dan maha penyayang  aku mengarang …”

 Setiap memulai suatu urusan atau pekerjaan yang baik adakalanya kita selaku muslim sering kali lupa tidak memulainya dengan kalimah basmalah yaitu  ucapan Bismillahirrahmanirrahim padahal tentunya kita berharap urusan atau pekerjaan yang akan kita lakukan dapat terlaksana dengan hasil  sesuai dengan apa yang di harapkan terutama ada keberkahan didalamnya.

Secara sederhana lafadz  Bismillahirrahmanirrahim mengandung tiga substansi yaitu :
 pertama : mengharapkan pertolongan, sebagaimana tercermin dalam ma’na yang terkandung dalam huruf jar ب  lafadz  بسم  yaitu diantaranya berma’na استيعانة (mengharapkan pertolongan), kedua : dzat yang bernama Alloh yang wajibul wujud yang disifati dengan sifat-sifat kesempurnaannya, sebagaimana tercermin dalam lafadz اسم الله
ketiga : rohmat, sebagaimana yang tercermin dalam lafadz  الرحمن dan  الرحيم yang keduanya berasal dari lafadz رحم yang secara harfiah yaitu رقة القلب   (merasa iba/belas kasihan dalam hati) sedangkan mustahil Alloh mempunyai hati seperti makhluk, maka  رقة القلب bagi Alloh , berma’naوالاحسان  تفضل ,  (memberi keutamaan dan kebaikan )

Kita menyadari kelemahan dan keterbatasan yang kita miliki, tanpa kekuasaan Alloh dan pertolongan Alloh apa yang akan dikerjakan tidak akan berhasil. Dengan mengucapkan  Bismillahirrahmanirrahim disaat akan memulai suatu urusan atau pekerjaan berarti menyandarkan diri dan memohon bantuan  Dzat yang bernama Alloh yang bersifat maha pengasih dan penyayang (memberi keutamaan dan kebaikan) atas urusan atau pekerjaan yang akan kita lakukan, tentunya dapat dipahami agar urusan atau pekerjaan itu dapat terlaksana berkat  pertolonganNya.

Basmalah mempunyai ta’aluq (pertalian) yang dibuang dan ketika kita memulai suatu urusan atau pekerjaan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kalau ta’aluqnya ditampakan kira-kira berbunyi  :

ابتدء هذا بسم الله الرحمن الرحيم
“aku memulai urusan ini dengan pertolongan Dzat Alloh yang Maha pengasih dan maha penyayang ”

Disamping urusan atau pekerjaan itu dapat terlaksana tentunya berharap juga suatu hasil yang mengandung keberkahan, sehingga ada sebuah hadist yang menyatakan  
:
كل امر ذى بال لايبدء فيه بسم الله الرحمن الرحيم فهواقطع

“Setiap urusan baik yang tidak diawali dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim maka   urusan tersebut terputus dari keberkahan”(HR.Baihaqi)

Merujuk kepada hadist tersebut maka setiap urusan atau pekerjaan yang tidak diawali dengan mengucapkan  Bismillahirrahmanirrahim walaupun terlaksana akan tetapi akan terputus dari keberkahannya.

Dengan demikian marilah kita selalu membiasakan diri dalam mengerjakan setiap urusan atau pekerjaan mengawalinya dengan ucapan  Bismillahirrahmanirrahim


kunci kesuksesan dan keberkahan dalam setiap urusan
awalilah dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim
بسم الله الرحمن الرحيم



0 komentar:

Posting Komentar